May 22
"Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari kesombongan orang alim saleh, yang ke mana-mana sibuk merasa bahwa yang selain dirinya adalah najis, yang tidak punya kemampuan lain kecuali merasa dirinya suci dan selalu benar, yang beranggapan bahwa Tuhan adalah anak buahnya, bahwa para Nabi dan Rasul adalah staf dan karyawannya untuk melaksanakan kepentingan-kepentingan diri dan golongannya."
#ean
May 22
Manusia diciptakan sebagai manusia individu dengan dua kosmos: individual dan sosial. Kalau seseorang kehilangan individualitasnya, ia larut menjadi nomer dalam deretan atau kumpulan suatu komunitas. Tapi kalau ia mengintensifkan individualitasnya saja, yang terjadi adalah "individualisme". Lebih menyempit lagi menjadi "egoisme". Menjadi manusia adalah pergulatan untuk menyeimbangkan antara individualitas dan sosialitas.
#ean
May 22
Allah tidak menuntut kita putih bersih tatkala kita berada di tengah lautan yang kotor kumuh dan busuk airnya. Juga di tengah arus yang kuat, kita tidak dituntut untuk mampu melawannya, sebab untuk tegak bertahan saja pun sudah amat terpuji. Kalau kita shalat ratusan rakaat sehari karena kita adalah anggota masyarakat Negeri Madinah yang baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur di jaman Rasulullah. Tapi kalau Shalat lima waktu kita bisa lengkap plus wirid sekian jam saja sambil jalan-jalan di tengah peradaban maksiat abad sekarang, itu sudah luar biasa. Atau uang kita hanya seribu perak, kita nafkahkan sembilan ratus perak: Itu berpahala lebih besar dibanding tetangga yang menafkahkan sepuluh ribu perak dari sepuluh juta perak uangnya.
#ean
May 12
..."..tidak ada Tuhan di luar otak, tidak ada Tuhan yang sedang mencoba untuk berkomunikasi di luar otak. Semua pengalaman spiritual ada di dalam otak, dan ketika Anda mengubah otak, maka Tuhan dan spiritualitas menghilang." Kata orang itu, yang cinta banget sama otak.
May 12
Setiap pikiran, walaupun hanya sekilas, demikian juga setiap kata, apapun maksud yang ada dibalik kata tersebut, dan juga tindakan kita sehari-hari akan berakibat sesuatu. Tidak perduli apakah Anda percaya hukum karma atau tidak, itu tidak penting, tetapi hasilnya akan tetap sama. Pikiran negatif menembus benak dan perlahan-lahan akan mewarnai perspektif seseorang terhadap dunia seisinya.
Lambang MH
May 12
Ada beberapa orang yang begitu logikanya terbuka lebar, dia kemudian menjadi atheis karena dia pikir semua itu bisa terjadi dengan sendirinya. Padahal kalau dia mau naik lagi, logikanya semakin diperluas lagi, maka dia akan ketemu pemahaman bahwa di alam ini banyak ditemukan hasil desain yang sangat luar biasa, yang tidak mungkin bisa muncul dengan sendirinya dari nothing menjadi something. Pasti ada evolusi (atau perubahan wujud, atau “ciptaan”) dari suatu zat yang memang aslinya sudah maha dahsyat, maha kompleks dan maha sempurna.
Lambang MH
May 12
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaKu berada dalam genggamanNya; kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling cinta mencintai. Apakah kamu sekalian mau aku tunjukkan sesuatu dimana bila kamu sekalian mengerjakannya maka akan timbullah rasa cinta mencintai di antara kamu sekalian? Sebarkanlah salam di antara kamu sekalian.”
HR. Muslim
May 12
Anda seorang Nasrani, karena Anda beriman kepada Yesus. Anda seorang Yahudi, karena Anda mempercayai semua nabi, termasuk di dalamnya Musa. Anda seorang Muslim, karena Anda beriman kepada kenabian Muhammad. Anda seorang sufi, karena Anda mempercayai ajaran universal cinta Tuhan. Anda sungguh bukan semua itu, namun Anda adalah semua itu, karena Anda beriman kepada Tuhan. Dan begitu Anda beriman kepada Tuhan, maka tak ada agama. Begitu Anda memilah-milah diri berdasarkan agama, maka Anda berpisah dari sesama manusia.
Sy Bawa Muhayyaddin
May 12
Tuhan yang kukenal adalah Tuhan yang Maha Diam. Mau disumpahin ya diam, mau dipuja-puja juga tetep diam. Semua kejadian alam ini hanyalah hasil proses dari The Grand Design pada saat alam semesta dibentuk. Setelah itu semua bergulir sesuai hukum alam, hukum illahiyah. Yang bisa mengubah hukum itu adalah pancaran enerji positif kita yang muncul dari kontemplasi, meditasi, wiridan, doa dan sejenisnya. Doa itu hanya sarana. Bisa bahasa arab, bahasa jawa, bahasa cina, atau bahasa tibet. Hasilnya sama. Yang utama adalah pancaran enerji yang bersinergi dengan enerji alam dan bisa mengubah apapun yang kita mau, asalkan enerjinya cukup besar dan masih sesuai dengan hukum alam.
Lambang MH
May 12
Hidup itu tidak dilihat sebagai suatu integral. Seorang ibu tidak perlu ditanya bagaimana mencintai anaknya, mencintai suaminya. Sama dengan seorang ayah, tidak akan ditanyakan apakah kau memikirkan nafkah untuk anak-anakmu? Hidup ini suatu integral, tidak bisa dipisahkan. Ya beragama, berilmu, bekerja mencari nafkah. Seseorang itu menjadi suami, menjadi ayah, di sekolah bisa jadi pengajar, jadi satu. Bukan sesuatu yang terpisah-pisah.
Sy Abdul Hadi WM